Rabu, Desember 17, 2014

Filososfi Penting Anak Kost

Setiap orang sukses punya motonya sendiri-sendiri. gak jauh beda sama anak kost. gue emang baru aja bergabung dalam status itu. baru aja dua minggu gue jadi anak kost. tapi ini bukan yang pertama buat gue mandiri dari rumah orang tua. beberapa tahun yang lalu, gue juga pernah ngekost di kota orang sampe setahun setengah. nuansanya emang kayak permen nano-nano, rame deh rasanya. ada manisnya, ada pahitnya, ada juga asemnya (itu karna gue jarang mandi) :p.

dan bagi gue. selain orang sukses seperti gue bilang tadi. anak kost ni yah punya filosofi sendiri dalam kehidupannya hingga ia bisa bertahan sebagai anak kost handal.
dan gue juga yakin, filosofi anak kost yang gue dapet ini bakal mewakili suara hati anak-anak kost diluar sana. karena sejatinya, kita sebagai anak kost punya ikatan bathin yang kuat. lebih dari itu, sebenarnya kita adalah saudara kental yang dihubungkan karena status ke-kost-an kita. (mari bersulang!!!)

anak kost itu khususnya berdasarkan pengalaman yang gue rasain, punya beberapa filosofi penting buat anak kost
.
pertama,
"Hemat pangkal Hidup"
penjelasan mengenai filosofi ini adalah sebagai berikut:
kalian pasti udah pada hafal slogan "Hemat Pangkal Kaya" yang selalu diajarkan dan dihimbau oleh guru-guru pas kita masih SD. bahkan kata-kata itu karena nge-hits nya, sampe ada disampul buku yang dijual seratus perak jaman gue SD dulu.
eith, tapi slogan ato filosofi ini nggak berlaku bagi anak kost.
bagi kita hemat itu bukan pangkalnya kaya, tapi hemat pangkalnya hidup. kenapa ? why ? why kenapa ?

itu karena, sebagai anak kost hemat itu adalah kebutuhan primer untuk hidup. kalo loe nggak hemat, loe nggak bisa hidup. dunia emang kejam kawan. begitula realita nya. kami sebagai anak kost selalu perlu menerapkan hal ini dalam keseharian. bahkan uang kembalian yang hanya lima ratus perak, sangat berarti dan nggak lupa dimasukin di celengan untuk amunisi dadakan jika bokek mendera ditanggal tua.

 trus filosofi berikutnya sebagai anak kost adalah :
"Rajin Pangkal Keren"
sama halnya "hemat pangkal kaya", kata-kata ini juga ada di sampul buku pas jaman gue SD dulu. dan gue rubah dari "rajin pangkal pandai" menjadi "rajin pangkal keren" untuk menyesuaikannya dengan nasib sesungguhnya anak kost.
bagi kami anak kost, rajin itu juga suatu keharusan dalam kehidupan sehari-hari. sebagai contoh kalo kita anak kost nggak rajin nyuci baju. kebayang nggak betapa kumel dan baunya penampilan kita?
dan mau nge laundry ?? well pikir panjang deh. inget tadi filoosfi pertama, "hemat pangkal hidup". uang buat laundry bisa lebih bermanfaat buat makan ketimbang nyium bau harum pakaian lepas laundry yang nggak bakal bikin kenyang kita.

 dan yang nggak kalah ngena-nya dengan kedua filosofi diatas yaitu :
"Kebersihan sebagian dari Nyaman"
filosofi anak kost satu ini plesetan dari sloga "kebersihan sebagian dari iman" yang sengaja diubah buat dicocokin dengan kehidupan kita sebagai anak kost. why ? dan kenapa ?
karena, bagi kami yang nge-kost, kebersihan itu adalah bagian penting untuk dapet sebuah kenyamanan. coba kalian bayangin jika sampah-sampah kecil yang pura-pura nggak liat trus dibiarin dilantai. lama kelamaan bakal bikin bau yang aneh didalam kamar kost. apalagi buat yang suka onani, trus tissue buat nge-lap dibuang dilantai kamar kost gitu aja. yakin deh, dalem dua hari berikutnya akan ada bau aneh yang hanya bisa diterima oleh anda seorang sedang orang lain bakal jijik mencium bau pekat yang aneh itu. (inget !  ini bukan pengalaman pribadi gue :D ).


dan yang terakhir, ini yang paling ekstrim :
"Berhentilah makan sebelum pagi menjelang"
filosofi ini dimodifikasi dari sloga "berhentilah makan sebelum kenyang". ekstrimnya kami sebagai anak kost terkadang harus melakukan hal sesuai filosofi "berhentilah makan sebelum pagi menjelang" ini. pasalnya, balik lagi dengan alasan berhemat, biasanya ditanggal-tanggal urgen, kami anak kost harus menahan lapar tidak makan berat kayak nasi lengkap dengan lauknya yang dibeli dari rumah makan padang dideket kost-an sampe tiba pagi datang. sebab kebiasan kami sebagai anak kost, selalu bisa menggabungkan makan malam dengan sarapan menjadi satu kesatuan waktu. ini bisa menghemat pengeluaran uang dimalam hari. hasil penghematan lumayan buat beli paket internet, itupun syukur-syukur nggak harus check up ke dokter lantaran maag akut nya kumat.

well, itulah tadi beberapa filosofi yang gue rangkum dari pengalaman gue yang udah ngekost lagi selama "dua minggu" dihitung per postingan ini muncul. hahahha...
dan gue yakin, ada sebagian dari yang baca bakal ngangguk-ngangguk dengan filosofi gue. 
jangan lupa buat terus baca postingan gue terbaru, ato iseng aja baca-baca cerita-cerita pengalaman keseharian gue yang laen. see ya 


Ditulis Oleh : TMarsyam // 12/17/2014
Kategori:

2 komentar cerita ini:

dunia kecil indi mengatakan...

Ini sih bukan cuma buat anak kok, tapi people in general waktu akhir bulan, hahahaha :D

Fieqman Marsyam mengatakan...

bisa juga sih,di. :)
btw, loe ngalaminnya tiap bulan ya? hhehe

 
Diberdayakan oleh Blogger.