Sabtu, Agustus 18, 2018

manfaat mempelajari sejarah diri sendiri dimasa lampau

Banyak diantara kita yang terkadang merasa malu atau bahkan menertawai diri sendiri ketika melihat tulisan-tulisan pribadi dimasa lampau. Mungkin karena cerita yang kita buat terlalu kuno, memalukan, bahasanya alay atau hanya karena merasa itu semua tidak lagi relevan dengan kehidupan dimasa sekarang.

google.com/
Dan tidak jarang pula sebagian dari kita malah mengambil keputusan singkat untuk menghapus semua file-file atau postingan yang telah kita buat dimasa lampau tersebut. Alhasil yang tadinya jumlah postingan ada lebih dari seratus postingan, kini hanya tinggal kurang dari sepuluh postingan. Mempelajari sejarah diri sendiri dimasa lampau bisa dilakukan di sosial media manapun yang kita punya. Tapi dalam pembahasan ini, penulis akan lebih menelusurinya dari sisi blog atau website pribadi kita masing-masing.

Penulis juga sejujurnya melakukan hal yang sama, yakni menghapus beberapa postingan dimasa lampau. Namun setelah berfikir ulang dan menyadari bahwa didalam perjalanan itu ada banyak manfaat yang bisa diambil dari usaha membiarkannya dan mempelajari sejarah diri sendiri dimasa lampau itu dari postingan di blog atau website pribadi itu, maka penulis mulai memikirkannya lagi.

Alasan yang paling utama bagi penulis untuk menghapus postingan terdahulu, yah tidak jauh karena tulisan itu dinilai terlalu berlebihan dan tidak lagi berguna dimasa sekarang. Terlebih memang tulisan itu hanya berisikan pengalaman-pengalaman pribadi. Dan untungnya penulis kembali sadar dan membiarkan postingan itu ada di dalam blog ini, kalian bisa nilai sendiri betapa alay cerita-ceritanya.hehe:

Baca:
atau cerita yang ini,

Agak norak bukan? tapi ya sekali lagi penulis berubah fikiran jika akan menghilangkan itu semua dari personal blog ini. Dan disini penulis mau mengajak anda semua untuk melihat manfaat mempelajari sejarah diri sendiri dimasa lampau dengan tindakan membiarkannya tetap ada di blog atau website pribadi kalian, diantaranya:

Wujud apresiasi terhadap diri sendiri
Kalian mungkin ketika fikiran singkat itu datang menghampiri hanya karena merasa tulisan kita dimasa lampau itu memalukan, tidak mencerminkan diri kalian yang sekarang dan lainnya. Ketahuilah bahwa tanpa kalian sadari dengan membiarkannya tetap berada di blog atau website pribadi kalian adalah wujud nyata kalian mengapresiasi diri sendiri. Perhatikanlah jika anda pernah sekali atau bahkan lebih menghapus setiap postingan dimasa lampau. Tentu didalam hati yang paling dalam ada perasaan bersalah atau seperti melukai diri sendiri dengan menghapus sebuah jerih payah pemikiran, luapan emosi dimasa lampau. Jadi pikirkan baik-baik niat itu ya! hehe

google.com/
Menjadi refleksi atau gambaran tentang perubahan pribadi
Manfaat berikut ini berbicara tentang sisi psikologi pribadi kita masing-masing. Tanpa kita sadari banyaknya kejadian yang terjadi dikehidupan kita membuat kepribadian kita sedikit berubah, namun kita tidak begitu melihat sisi itu. Dan dari sharing tulisan yang kita bikin dimasa lampau inilah, kita bisa melihat ternyata ada yang berubah dari diri kita. Ada perubahan sikap yang terjadi didalam diri kita. Ada pola pemikiran yang berubah bahkan menjadi sangat bertentangan pada pola pemikiran kita dimasa sekarang dan sebagainya.

Menjadi referensi dalam pengambilan keputusan di masa depan
Ketika kita sudah tersadar dengan membiarkan postingan dimasa lalu itu tetap ada di blog atau website pribadi kita. Bukan hanya akan menemukan tentang fakta perubahan apa saja yang terjadi didalam diri kita yang dulu dan sekarang, tetapi juga membawa kita pada satu pandangan untuk menjadikannya sebagai acuan dalam bertindak kedepannya,berfikir kedepannya. Kita jadi bisa membuat keputusan yang akan lebih baik menyangkut hal yang berkaitan dengan masa yang akan datang didalam hidup kita.

Sebagai terapi hati untuk hindari stress
Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa dengan mempelajari diri sendiri dimasa lampau dan membuatnya memiliki arti untuk masa sekarang adalah obat penyembuh yang baik bagi diri sendiri. Setidaknya dengan melihat tulisan-tulisan terdahulu membuat kita terhibur dengan apa yang kita tulis sendiri dulu. Itu akan membuat kita lupa sejenak dengan beban yang ada dimasa sekarang dan berfikir lagi tentang kita yang ternyata dulu tidak semudah itu untuk menyerah atau kita dulu bukanlah seorang yang cengeng untuk masalah sebesar apapun dan lain-lain. Ini akan menjadikan terapi murah dan efektif terlebih jika kita sedang dalam masa depresi yang luar biasa saat ini. Percayalah, ini berhasil! hehe

Jadi setelah membaca manfaat-manfaat diatas, masihkan anda berfikiran untuk menghapus kenangan yang anda tulis dulu di blog atau website kalian?. Bila memang fikiran itu sudah menjadi keputusan bulat kalian, itu hak pribadi masing-masing. Tapi setidaknya dari tulisan ini penulis mau mengajak kalian untuk tidak sembrono dalam melakukan tindakan tersebut. Dan memahai dengan jelas bahwa mempelajari diri sendiri dimasa lampau, ternyata membawa manfat-manfaat yang baik untuk diri kita sendiri. sekian (/tm)

Senin, Agustus 13, 2018

Pentingnya Menjadi Orangtua yang tak Gagap Teknologi : "Pelibatan keluarga dalam penyelenggaraaan pendidikan di era kekinian"


sumber foto: google.com/
Berbicara mengenai era kekinian tentu akan dengan cepat terlintas difikiran kita tentang kemajuan teknologi dan informasi di masa kini. Anak-anak masa kini lebih cepat bergaul dengan perangkat teknologi dibandingkan para orangtua yang bertumbuh-kembang pada masa yang belum mengenal banyak ragamnya perangkat tersebut.

Sebagaimana sebuah rantai ekosistem, sebuah keluarga menjadi rantai yang paling dasar sebelum anak-anak kita beralih pada rantai kehidupan berikutnya. Lembaga pendidikan yang berusaha menyelengarakan pendidikan dengan visi mulia seperti berkarakter berdasarkan ketuhanan, sopan-santun dan lain sebagainya akan menjadi lemah manakala keluarga tidak terlibat penuh dalam menyongsong visi itu.

Keluarga sebagai wadah pertama bagi anak-anak masa kini, tidak lagi menjadikan sebuah tempat yang nyaman bagi mereka untuk mengembangkan rasa keingin-tahuannya. Kita ketahui bersama bahwa anak-anak kekinian lebih senang menghabiskan waktu bersama perangkat teknologinya. Anak-anak secara tidak kita sadari menggantikan peranan kita sebagai orangtua dalam memberikan pemahamannya dalam keterbukaan informasi dengan perangkat teknologi tersebut. Tentu bukan hanya tugas ayah dan ibu saja yang mengambil peranan dalam keterlibatanyya untuk penyelenggaraan pendiidkan di era kekinian ini, namun juga anggota keluarga lainpun misalnya kakek,nenek,paman,bibi juga harus turut mengambil bagian dalam suksesnya menjadikan keluarga sebagai dasar yang kuat bagi anak-anak kekinian.

Lantas apa yang semestinya menjadi pusat perhatian keluarga bila berbicara mengenai anak kekinian adalah tidak lepas dari sebuah kekhawatiran akan ketidak-mampuan anak-anak kita dalam berbijak mengikuti perkembangan teknologi dan informasi tersebut.

Konten Pornografi dan kekerasan kerap juga muncul didalam game
Sumber foto: google.com/
Sering juga kita lihat pemberitaan di televisi yang menayangkan beberapa kasus contohnya praktek pornografi, perilaku meniru seks menyimpang dan lain sebagainya yang dilakukan oleh anak terhadap teman-temannya. Ini tidak terlepas dari informasi yang diterima sang anak di era kekinian dengan bantuan canggihnya teknologi. Kecanggihan teknologi ini memberikan kemudahan anak untuk menemukan konten-konten tersebut. Hanya cukup bermodalkan telepon genggam pintar pemberian orangtua dan menabung sedikit uang jajannya, maka anak-anak era kekinian sudah mampu membeli paket internet dan berselancar bebas di dunia maya. Atau cukup membayar sedikit uang sewa, anak-anak juga bisa leluasa bermain internet di tempat jasa rental.

Bukan hanya konten pornografi, konten-konten negatif yang menayangkan kekerasan, berkata-kata tidak senonoh dan banyak lagi lainnya pun bila tidak disikapi dengan bijak oleh anak maka mereka akan merasa hal-hal tersebut adalah hal yang wajar-wajar saja.

Oleh sebab itu perlu adanya pendampingan dari pihak keluarga secara penuh terutama para orangtua yang memiliki kegelisahan yang sama terhadap anak di era kekinian. Tapi pendampingan yang bagaimana yang bisa membekali anak untuk menjadi anak yang baik luar dan dalam terhadap arus derasnya pengaruh konten-konten negatif yang barus saja dipaparkan sebelumnya?

Jawaban ini mungkin bisa menjadi bahan pemikiran bersama para orangtua untuk dapat diterapkan didalam keluarga. Pendampingan yang dirasa cukup mampu mengatasi kekhawatiran tersebut adalah dengan pendampingan ala milenial.

- Apa yang dimaksud dengan pendampingan milenial? -
Adalah pendampingan yang mewajibkan para orangtua mau tidak mau harus menolak untuk tidak gagap teknologi. Orangtua masa kini semestinya sudah sadar betul betapa kemajuan teknologi sangat bisa menggantikan peran mereka bagi anak. Maka orangtua pun selayaknya bersiap untuk mengambil alih kembali peranan itu dari mereka - anak di era kekinian. Secara mandiri orangtua bisa menerapkan hal-hal berikut guna membekali diri menjadi orangtua yang tidak gagap teknologi untuk kedepannya,

  • Pertama: membaca banyak buku tentang penggunaan perangkat teknologi

Orangtua bisa memulai dengan mengumpulkan buku-buku bacaan berisi informasi tentang apa yang terbaru dari teknologi juga media informasi masa kini beserta penggunaanya. Paling tidak orangtua terbiasa untuk tidak gagap lagi dalam menekan tombol-tombol huruf dan angka dipapan ketik komputer atau laptop. Orangtua juga bisa memilih buku bacaan yang menjelaskan alternatif-alternatif media pembelajaran yang ada di era teknologi digital, bagiamana peran sosial media dalam peningkatan prestasi akademik dan lain-lain. Bisa juga membaca buku berisi tentang bagaimana kita bijak mengajarkan anak untuk menyaring informasi dari mesin pencari di Internet.


  • Kedua: mengikuti seminar perkembangan teknologi

Seringkali di beberapa pengumuman di berbagai media baik itu televisi, koran , majalah ataupun radio yang menawarkan undangan untuk mengikuti seminar tentang parenting yang lebih fokus membahas bagaimana cara orangtua ikut andil dalam peperangan anak era kekinian dalam menggunakan secara bijak teknologi yang ada. Dari seminar tersebut, kita akan bisa melihat sisi lain dari sudut pandang yang sebelumnya tidak terfikirkan kita jika hanya berdiskusi dengan beberapa anggota keluarga saja.


  • Ketiga: membentuk kelompok bersama untuk saling berbagi pengetahuan teknologi

Berbagi pengetahuan adalah cara yang mudah dilakukan untuk bisa dengan cepat memahami pengetahuan-pengetahuan baru. Apalagi untuk usia dewasa terkadang daya ingat dan kecepatan dalam menelaah untuk beberapa orang kadarnya sudah berbeda dan cenderung lemah. Maka dengan berbagi didalam satu kelompok yang mempunyai visi yang sama akan mempercepat proses pembelajaran tersebut, karena biasanya bahasa yang digunakan antar sesama orang yang tengah belajar akan lebih bisa dimengerti satu sama lain.


  • Keempat: mempraktekkan pengetahuan teknologi digital secara rutin

Langkah selanjutnya jika kita sudah cukup matang dalam bekal pengetahuan yang ada tentang kecanggihan teknologi, juga isu-isu yang ada berkaitan dengan permasalahannya dengan anak era kekinian. Kini saatnya para orangtua mempraktekkan ilmu yang didapat secara berkala. Ini akan menjadi senjata para orangtua untuk dapat mendampingi anak mereka dan memberikan rasa nyaman dalam berbagi keluh kesah ketika kita juga mengikuti perkembangan teknologi pada masa kini. Misalnya anak berkendala dalam membuat prakarya, para orangtua yang telah dibekali ilmu pengetahuan akan teknologi akan lebih bisa diterima sang anak manakala orangtua bersama-sama dengan anak menghidupkan mesin cetak, ambil referensi gambar di internet, mencetaknya, lalu menempel bersama-sama pada bahan prakarya dan seterusnya hingga selesai.

Kemudian selain dari tahap-tahap persiapan yang sudah dilakukan pada poin-poin diatas, berikutnya ini menjadi bagian selanjutnya bagi orangtua didalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, terkhusus bagi putra-putri mereka masing-masing.

Para orangtua didorong pula untuk wajib aktif menjadi orangtua milenial dalam perannya bagi keberhasilan pendidikan anak di sekolahnya. Orangtua yang tidak lagi gagap teknologi bisa secara aktif menjadi mitra sekolah dan sesama orangtua murid untuk berbagi informasi melalui kemajuan perangkat teknologi yang ada.
Setidaknya beberapa hal berikut ini secara rinci menjelaskan peran orangtua yang sudah melek teknologi tersebut,

Orangtua pun harus gaul teknologi
Sumber foto: google.com

Mampu menjadi mitra sekolah aktif di berbagai wadah media sosial sekolah

Seperti artikel yang dilansir di website sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id yang diberi judul 'Pentingnya membangun Komunikasi Efektif Orangtua dan Sekolah' menjelaskan selain komunikasi lewat telepon melalui wali kelas, kunjungan kerumah, dan pertemuan rutin orangtua serta pihak sekolah, ada poin lain seperti email juga website yang menjadi sarana bagi para orangtua untuk mengerti visi-misi sekolah dan melanjutkan perjuangan itu dilingkungan keluarga. Orangtua yang tidak gagap teknologi akan dapat akses untuk mempelajari informasi setiap perangkat-perangkat yang digunakan sekolah dalam proses pembelajaran, melihat perkembangan prestasi sekolah dan siswa. Dan tak jarang pula dalam website sekolah tersebut diberikan forum untuk menyampaikan kritik dan sarannya baik secara umum ke sekolah maupun melalui email pribadi wali kelas. Orangtua yang gaul teknologi akan sangat diuntungkan dalam hal ini.


Memaknai grup online orangtua murid lebih mendalam
Tidak hanya tergabung didalam grup online bersama orangtua murid lainnya, tapi oranggtua yang sudah melek teknologi akan menjadikan wadah tersebut menjadi wadah bersama untuk belajar mengenai kelemahan dan kelebihan prestasi anak ataupun kelemahan orangtua dalam mengikuti perkembangan sosial anak era kekinian terhadap teknologi. Namun ini juga akan menjadi senjata makan tuan bila tidak disikapi dengan mental dan niat yang positif untuk saling membangun. Hingga dikhawatirkan kedepannya, tujuan awal yang hanya ingin berusaha menjadi orangtua yang lebih baik malah akan berubah menjadi peluang membuka permusuhan antar orangtua  karena sikap membanding-banding satu anak dengan yang lain.

Mengerti cara menjadi teman berbagi cerita ala anak era kekinian
Anak-anak di era kekinian lebih rentan memilih untuk memendam setiap apa yang menjadi pertanyaan-pertanyaan dan masalah yang terjadi bila mereka merasa tidak nyaman dengan lingkugan keluarga dan sekitarnya. Untuk itu perlu dilakukan pendekatan-pendekatan ala kekinian yang akan lebih masuk didalam kehidupan mereka. Ini dilakukan agar anak-anak di era kekinian akan lebih terbuka dan memilih untuk berkeluh-kesah dan meminta bantuan hanya kepada orangtuanya saja. Di tahap ini orangtua harus siap dalam segala kemungkinan pertanyaan khususnya mengenai media-media pembelajaran yang ada. Jangan sampai membuat anak-anak kecewa saat mereka mencoba menjelaskan dengan satu istilah perangkat teknologi tertentu yang dipakai diruang kelas,misalnya dan orangtua menunjukkan ekpresi kebingungan. Padahal inti pertanyaan sang anak belum sempat diceritakan. Ini akan membuat anak merasa tidak nyaman dan menganggap orangtua bukan tempat yang tepat untuk bertanya.

   Baca Juga :

Sebuah kisah dari seorang bernama Antoni tsaputra- difabel berprestasi, yang bisa dilihat pada tautan diatas merupakan salah satu contoh kisah inspiratif keberhasilan orangtua dalam pendampingan terhadap anak yang bisa dijadikan referensi kita sebagai orangtua dalam membangun hubungan dengan anak di era kekinian. Bagaimana tidak, untuk potensi mendapatkan bully dan kekerasan dari teman sebayanya sangat bisa terjadi bagi Antoni tsaputra dimasa itu. Namun dengan pendampingan yang baik dari orangtua, penanaman mental dan cara berfikir yang posiitif membuatnya bisa melalui hari-hari terburuk dalam perjalanan hidupnya dan bisa melanjutkan pendidikannya hingga ke Australia untuk program doktoral.

sumber foto: google.com
Dan di era kekinian, tantangan itu semakin besar dan akan sangat sulit dilalui jika dihadapi secara sendiri. Anak-anak bisa dengan mudah mendapatkan serangan mental, tekanan dari sosial media dan belum matangnya pola berfikir membuat anak akan jatuh dalam stress yang mendalam bila tidak diimbangi dengan dukungan orang sekitar.

Karena itu perlu adanya keterlibatan semua anggota keluarga untuk tidak lagi dicap sebagai gagap teknologi sehingga dapat mengikuti perkembangan dan mendalami perasaaan yang dirasakan anak pada era kekinian-khususnya bagi para orangtua mereka masing-masing.

Keluarga yang tidak gagap teknologi akan lebih cepat tanggap melihat perubahan sikap sang anak yang mengalami depresi akibat permasalahan didalam akademik pendidikannya. Karena biasanya hal yang paling mungkin dilakukan anak di era kekinian adalah dengan membagikannya di sosial media pribadinya atau curhat dikolom komentar untuk artikel yang menjurus kepada masalahnya tersebut.

Dan orangtua harus peka melihat ini dan bersama-sama mencarikan solusinya. Orangtua yang melek teknologi bisa menjadikan Internet sebagai bentuk kemudahan yang ditawarkan dalam kecanggihan teknologi saat ini untuk mendapatkan informasi. Orangtua dapat melihat-lihat pengalaman serta penangan serupa yang dibagikan di Internet terutama mengenai jawaban dari permasalahan akademik pendidikan anak. Karena seperti yang kita tahu, setiap anak itu berbeda dalam cara belajarnya.  #sahabatkeluarga (/tm)

Sabtu, Agustus 11, 2018

How Rich Brian gets his International Debute - they are fun facts about him

So excited to type this article in English. I'm also nervous and don't know exactly why am I doing this. But, there are some of my friends supporting me to start doing this. Then I'm doing it now!  :)

If you check out this article then you found this guy's name. You're probably know this guy by stuff he is doing even from couple last years. and this is going to be not as formal as you were thinking before, it's just for entertaining you.

Rich bryan is Indonesian guy was born and grew up in Indonesia. He was getting huge after he dropped out his 'dat stick'on Youtube with kind of funny and unique style of video. I would love to tell you some facts about Rich Brian that maybe you didn't know before I'm typing this article. Then let us see!

He found out Hip-hop at 9 years old,

source/google.com
What a crazy fact we got from Rich Brian! he listened to the type of music that was far away from part of culture where he was growing up. Not about the hip-hop but about the type of ideas inside the lyrics he made. I am talking about how amazing this guy brought some points that were connected to worldwide not only in Indonesia. I said this because his audiences at the first were from United States. By that I could tell that what he made was so touching them even in Indonesia that thought was not commonly we knew.

He did two other crazy stuff at young-kid age

They were rubik's game and photography. He went to the competition around 13 years old by doing the competition at rubik's game competition. and he was also really good at it. One fun fact about this was his parents when they heard Rich Brian wanted to fly out to US to get this competition, He shocked his parents immediately. For me as the writer for this article. I was amazed by this guy especially about how did he make it so fast for his life doing many things and he was good at them. I'm totally can say this guy is truly smart. 

He was home-schooling student
source/google.com
I got this story from youtube when he got an interview on the radio then he was saying that his parents put him on home-school because they were too busy for that reason. and I got laugh also by this because how could his parents spent time to teach him when they said they were too busy to drive him to school.

He was just moved to US in 2017
Yes our man was just moved last year! we will be so confused and surprised by how smart he is. He just watched youtube to get fluent in English then dropped the hip-hop song and got to understand at the native level in English language but he was just moved in US. Well, even we already knew that he learned English from couple years before. But for me, it is also damn fastest. 

He will be on tour outside of US
source/google.com

I got the story when he went to the festival in Indonesia then he got line on the screen said that 'he is coming!'. The point was about how Indonesian people said that for him even they knew that he is Indonesian. That's Funny. And for some years later, he will be on tour like in Australia, new zealand and etc.

I think that is all for this article. thank you for reading this even my English is not really perfect as hell. But hopefully on my next article will be better explanations,ideas, and words to all of you - my reader. See you! (/tm)

source : Youtube.com


Minggu, Agustus 05, 2018

7 Tipe Pembaca Koran Harian

Koran harian masih menjadi pilihan terbaik dalam menemani pagi mayoritas penduduk Indonesia. Walau memang sekarang persaingannya dengan portal online juga alternatif lainnya terus berdatangan, namun kiprah tulisan dalam bentuk fisik kertas ini tetap berlabuh dihati penggemarnya.

Berbicara soal koran harian, tentu tidak lepas dari anda semuanya sebagai pembaca setianya. Mungkin artikel ini tidak diperuntukkan bagi kalian yang tengah mencari referensi secara formal. Karena sebetulnya tulisan ini hanyalah bersifat hiburan dan pandangan bagi anda untuk peregangan stress anda.

Ada beberapa tipe pembaca koran harian yang dirangkum dalam artikel ini berdasarkan riset pribadi penulis. Mungkin anda semuanya sudah menebak diantaranya, atau bahkan merasa terkaget dengan temuan fakta terbaru ini.

Berikut tipe pembaca koran harian yang biasa kita temui dikeseharian. Setidaknya ada 7 Tipe Pembaca Koran Harian yang akan dibahas dalam tulisan ini. Langsung saja penjelasannya dibawah ini;

1. Tipe Job Seeker
doc/Google.com
Dari terjemahannya kedalam bahasa Indonesia, sangat mudah ditebak bahwa tipe pembaca koran satu ini sedang jobless alias pengangguran dan JOMBLO (loh!)haha. Tipe pembaca koran satu ini sangat bertujuan khusus dan menggebu-gebu bangun pagi buat nungguin loper koran keliling hanya buat liatin lowongan kerja yang ada dikoran harian itu. Pokoknya mata si tipe job seeker ini tidak akan kemana-mana saat pertama kali tangannya memegang koran harian. Langsung bolak-balik sampai ketemu rubik lowongan kerja dan membacanya dengan seksama. Bukan hanya buat para pencari kerja juga sih. Tipe job seeker juga kadang dilakukan beberapa orang yang sedang bimbang untuk resign dan mencoba mencari lompatan pekerjaan baru yang menurutnya lebih baik.

2. Tipe Sastawan
Kalau tipe pembaca koran satu ini akan terfokus pandangan kepada tulisan-tulisan yang berbau sastra, entah itu puisi,cerpen ataupun cerbung yang diterbitkan didalam koran harian. Edisi khusus dengan rubrik sastra ini biasanya ditemui saat weekend terutama di hari minggu. Dan diwaktu itulah tipe sastrawan ini berburu koran harian yang diketahuinya berisi tulisan-tulisan indah yang bisa dijadikan referensi untuk karyanya sendiri atau hanya dibuat sebagai koleksi. Karena tak jarang juga tipe sastrawan ini membukukan hasil karya yang didapatnya dari koran harian yang dibelinya (atau mungkin minta).

3. Tipe Kotor
doc/Google.com
Sebetulnya ada nama yang secara khusus bisa mewakili tipe pembaca koran harian satu ini. Namun disini penulis menamainya secara lebih halus dan layak dipublikasikan. Tipe kotor ini dimaksudkan bagi pembaca yang sangat haus dengan artikel-artikel yang berhubungan dengan konten orang dewasa. Mungkin artikel itu bisa membahas tentang keperkasaan pria atau kesuburan wanita dan lain sebagainya. Nah, tipe kotor ini juga bisa bertindak lebih dari itu. Terkadang motivasi utamanya dalam membeli koran harian hanya untuk membaca iklan-iklan dewasa yang dibumbui dengan gambar syur yang menggairahnya. Bagi si tipe kotor ini, itu merupakan hiburan yang murah meriah.

4. Tipe Buyer
Ada yang meng-iklankan produknya tentu ada yang bertindak sebagai buyer atau pembeli. Lebih rinci lagi tipe buyer ini menjelaskan tipikal seorang pembaca koran harian yang memang tujuan utama berburu koran hanya untuk mencari produk-produk bagus nan murah meriah yang ditayangkan dikoran harian. Bisa jadi anda yang menjadi tipe buyer ini tengah mencari produk yang memang tengah dibutuhkan atau ada juga sebagian diantaranya berburu produk yang bisa dijual kembali dan mencari selisih untung dari jual-beli itu.

5. Tipe News Expert
Dan untuk tipe pembaca koran yang satu ini berkaitan dengan berita terkini yang menjadi perbincangan hangat masyarakat luas. Umumnya tipe news expert ini sedikit banyak mempunyai pengetahuan politik yang kuat. Karena biasanya ini lebih banyak menyangkut tentang bacaan yang masih ada kaitannya dengan bumbu politik, meskipun bacaan itu membahas masalah ekonomi dan lainnya. Atau mungkin tipe news expert ini hanyalah berpura-pura sok tahu agar terlihat lebih smart dihadapan orang lain. Terutama dihadapan gebetan baru bagi para jomblo ahli dalam pendekatan asmara.

6. Tipe Bungkuser
doc/Google.com
Sedihnya kadang koran harian tidak menjadi berarti kecuali hanya sebagi bungkus sebuah makanan ataupun barang dagangan lainnya. Pasti kita semua pernah melihat si tipe bungkuser ini sengaja beli koran harian yang banyak, khususnya yang sudah lewat tanggal terbitnya dari hari ini. Hanya untuk dijadikan bungkus dagangan. Memang sih beberapa diantaranya menyempatkan membaca isi tulisan yang ada didalam koran harian tersebut. Tapi lazimnya, sebagai contoh yang paling kita temui adalah 'kang gorengan' yang semena-mena menodai kerapihan koran harian dengan minyak-minyak gorengan beserta gorengan yang penuh dengan kolesterol itu. hehe

7. Tipe Sport Maniac
Nah untuk tipe terakhir yang dibahas di artikel ini adalah bagi anda yang amat sangat menyukai bidang olahraga. Bukan bagi anda sebagai pelaku olahraga misalnya atlit sepakbola, basket atau tenis meja dan lain-lain. Tapi juga dimaksudkan bagi anda yang sangat bernafsu untuk mengikuti perkembangan dunia olahraga yang rutin diulas di koran harian langganan anda. Dan kebiasaan ini tentu sangat membantu anda semuanya terlepas dari selalu bisa memperbaharui diri dengan informasi terkini, tapi juga menjadikan kebiasaan membaca anda lebih terasah lagi.

Demikian beberapa penjelasan mengenai 7 Tipe Pembaca Koran Harian yang tentunya satu atau bahkan lebih dari poin diatas pernah kita jumpai dikehidupan sehari-hari. Atau mungkin anda sendirilah yang termasuk didalam tipe-tipe itu. Bisa jadi kan ya? hehe

Semoga informasi diatas bisa menjadi pandangan baru dan segar untuk kita semuanya secara khusus menyadari bahwa pembaca koran pun terbagi dalam beberapa tipenya. Dan yang pasti, semoga bisa menghibur anda semua dengan tulisan ini. Sampai jumpa diartikel lainnya. Anda juga bisa klik judul artikel dibawah tulisan ini, atau disamping (5 artikel favorite pembaca). Juga bisa klik tabulasi diatas dengan nama tabulasinya - Artikel. Disana anda bisa melihat judul-judul lainnya yang mungkin menarik bagi anda. Terima kasih (/TM) 

Jumat, Agustus 03, 2018

5 Nama Presenter Terbaik Indonesia | Artikel

Mengenal dunia hiburan secara khusus sebagai pembawa acara, membuat gue menyadari selama beberapa kesempatan yang gue punya untuk ngebawain acara itu ternyata gampang-gampang susah. Kalau bukan sesuatu ini datangnya dari hati, mungkin gue akan ngeluhnya setengah mati. 

Karna banyak banget bagian-bagian yang harus diperhatikan secara detail tentang kita sebagai pembawa acara tersebut. Mulai dari detail kostumnya, konsep acaranya, gimiknya, dan lain sebagainya. Semua saling berhubungan dan semuanya harus bener-bener terjaga. Mo kitanya capek, sakit atau apapun alasannya harus tetap bisa menjaga mood dan sesuai dengan request acaranya.

Tapi disini gue nggak mau bahas soal itu semua lebih dalam. Yah mungkin di artikel berikutnya akan gue bikin secara khusus tentang itu. Di postingan ini gue akan kasih 5 Nama Presenter Terbaik Indonesia versi gue. Nama-nama ini hanya berdasarkan penilaian personal gue aja ya. Dan aspek yang gue pake diantaranya soal gayanya, ciri khas bicaranya dan soal pengetahuannya. Mereka ini adalah referensi gue kalau mau belajar soal presenting.

Langsung aja ini dia nama-namanya! 
Nah, urutan ini bukan berdasarkan peringkat ya. Ini asal-asalan gue aja.

1. Boy William
doc/Google.com
Presenter satu ini gue suka banget sama wawasan dan kesantaiannya dalam bawain acara. Cara berpikirnya yang open-minded skala dunia ngebuat presenter satu ini sangat bijak banget dalam berkata-kata di setiap program yang dia bawain. Nggak suka nge-judge yang gimana sama narasumber dan bisa ngebuat narasumber nyaman jadi dirinya sendiri. Nilai dari segi ini yang gue sangat salut banget sama Boy William.


2. Sarah Sechan
doc/Google.com
Sama kayak Boy William,gue suka cara Sarah Sechan dengan keterbukaannya dalam perbedaan. Bisa membuat narasumber juga selalu nyaman jadi diri mereka sendiri dan punya standar presenting yang tinggi. Nggak asal-asalan walaupun dalam kesempatan ngasih jokes-jokes nya ke narasumber. Dan yang pasti, standar lucunya yang dia bikin bukan lucu-lucuan yang alay.



3. Fitri Tropica
doc/Google.com
Nah kalau cewek bandung yang satu ini, gue suka banget sama gaya bicaranya yang unik namun teteap keliatan smart. Fitri Tropica mengambil gaya tersendiri dengan alay-alayan gaulnya tapi nggak sembarang alay yang nggak ada isinya. Fitri Tropica tampil dengan gaya presenting yang unik dengan candaannya yang lebai namun tetap terlihat elegan dan pintar.



4. Rina Nose
doc/Google.com
Hampir mirip dengan Fitri Tropica, Rina Nose juga tampil dengan gayanya yang beda. Tapi untuk tampilan gayanya, Rina sedikit menambahkan bakatnya yang lain dalam masa presentingnya. Jago nyanyi dan menirukan beberapa karakter suara penyanyi ternama ngebuat cewek satu ini selalu bisa diinget dalam kocaknya ngebawain acara. Dan lawakan lebainya juga bukan lebai yang nggak ada isinya, tapi tetap ada unsur cerdasnya.


5. Choky Sitohang
doc/Google.com


Kalau yang satu ini jelas banget keliatan kalau dia presenter yang punya wawasan luas. Keliatan banget pinternya dan punya karakter tersendiri dalam bawain acara. Pokoknya kalau acara yang dia bawain pasti akan punya warnanya tersendiri.




Sebetulnya masih ada beberapa nama lain yang menurut gue juga sangat bagus dan layak dijadikan panutan dalam belajar dunia presenting. Sebut aja kayak bunda Dorce, yuanita kristiani, Om Farhan, Alvin, dan Najwa. Mereka juga punya karakter dalam presenting yang kuat banget kalau sudah dipercayakan dalam program tertentu.

Gue harap artikel mengenai 5 Nama Presenter Terbaik Indonesia ini bermanfaat bagi temen-temen sekalian dan bisa setidaknya memberikan referensi nama-nama yang bisa dijadikan contoh dalam menekuni dunia presenting. Dan semoga kelak, kita semua yang suka dalam dunia presenting ini akan punya kesempatan untuk bisa sejajar dengan nama-nama besar mereka. amin (/TM)

Jumat, Juli 13, 2018

Jurnal | Random - random Kegiatan Menyenangkan

Diawali dengan kata yang selalu para blogger yang hiatus bilang kepada pembacanya,
"apa kabar kalian?"
"wah, sudah berdebu sekali ya blog ini" *senyumsedikit

"yah, maaf ya. begitulah.hehe"

Disini gue mau ceritain runutan beberapa kegiatan yang gue alami belakang ini. Dan seperti judul yang gue ini, semua tentang hal-hal yang berbau random. Kalau kalian anak jurusan teknik dikuliahan, atau jurusan lain yang lebih ribet daripada itu. Mending kalian buka kamus dan cari tahu sendiri arti 'random' itu apa. :)

Dan gue mau mulai dari yang urutan ke random-an nya paling belakang.
Nah, disini gue mau ceritain gimana serunya ketemu temen lama yang sudah lama nggak komunikasi dari waktu yang lama banget. Entah gue juga bingung sebegitu ribetnya gue bilang ini,

well, mereka itu temen maen gue aja. Dan awalnya sih dikenalin dari temen kuliah gue (temen akrab banget yang udah almarhum). Sedih sih saat ditinggal sahabat deket kita trus dianya pergi buat selamanya. Yah, tapi itulah hidup ya. life is always going on and not going backward.

aniways, Jadi ceritanya gue lagi di kost an dan handphon gue bunyi,
"kringgggg!!!" anggap aja itu bunyinya ya. :)

trus gue angkatlah ya khan??

"halo, gi. Iya gimana?"
Temen gue yang nelpon ini namanya Yogi.

"lagi dimana?"
"kost an." jawab gue.

"tunggu ya. gue jemput."

anjay, gue pikir khan masih belia banget gue mau di booking. kwkw..

Jadi ceritanya lagi, Yogi ini kayaknya ntu hari mau kasih kejutan getho guys. Trus datanglah khan dia dengan mobil hitam legamnya itu nggak lama setelah nelpon.

Pas udah didepan lorong kost gue, si Yogi telpon balik gue dan gue pun merapat kearah itu.

Dan persis didepan mobilnya, dibukalah kaca mobil sebelah kiri dari kursi supir.

"Taraaaaa!"

Gue kaget.

"haha.. apa kabar bro?"

seorang temen lama bernama otong (nama samaran) menampakkan mukanya ke gue.

"what! weiiih, baek. apa kabar lu?"
gitulah ya kira-kiranya gue bilang ke ini temen.

Ntar kalau gue kasih dialog beneran pake bahasa kerajaan gue, pada bingunglah kalian. Tapi itulah yang hampir mendekati sebenarnya. Gue cuma tranlit doang kok guys.

Dan bukan cuma satu orang, tapi ada lagi yang lagi duduk dikursi belakang menongolkan suaranya.

"Masuk,bro!" pinta nya.

Gue kaget dua kali.

"buset! ada lu juga bro."

Sumpah, ke random-an ini bikin gue seneng. Yah bayangin aja udah berapa bulannya kita semua nggak pada kumpul dan setibanya kita ketemuan saat itu.

Lalu kita rundingan cari teman hangout buat makan malam sekalian ngobrol.
Pergilah kita ke salah satu resto yang baru beberapa bulan buka di daerah angkatan 45. Sebuah resto yang awalnya ini gue mikir, pabrik pembuatan snack rasa keju dengan iklan geol-geol dengkul waktu dulu kala. Yah, kalian inget-inget sendirilah kira-kira iklan apakah itu. Yang bener jawabannya bisa langsung dapet mobil dengan angsuran murah dan urus sendiri semuanya. #gaje

Gimana?

kesal bukan?
iya khaaan? haha

Gue kerasukan vlogger mana ini yah. obrolannya jadi kagak jelas gini.
Okeh, dan beginilah penampakan kita sewaktu kopdar.

Gaya jempol yang jadi andalan.kwkw

Dari keterangan gambar disamping. Kalian bisa lihat betapa rendahnya kadar selfie gue. haha

jadi harap maklum kalau dalam kebanyakan cerita gue suka nggak ada fotonya.

Suka nggak pedean aja kalau difoto. Mungkin karena berasa terlalu ganteng kali ya?

Gimana?

Kembali kesal bukan??
Iya khaaaan?? kwkwkw...

Pokoknya undangan dan jemputan dari Yogi yang tiba-tiba itu bikin malam hari setelah lebaran keberapa gue juga nggak ngerti lagi. Intinya cukup berkesan sekali. Karena yah, setelah foto ini diambil mereka kembali pada dunianya masing-masing. Terutama dua orang yang ada difoto ini.
Gue kasih keterangan lanjut ya, udah kayak dokter nggak papalah. Nah Yogi yang pake kacamata paling kiri pojok, tengah itu otong (nama samaran), pojok kanan namanya samaran (nama samaran). #Gajelagi

Otong sibuk dengan bertahan hidupnya ditengah hutan belantara. dan yang satu lagi sibuk dengan mondar-mandirnya yang nggak tahu gue ngapain. hehe..

Dan itu tadi cerita random pertama gue.
lalu berikutanya ini sebuah hal yang gue juga suka dan bikin happy tentunya.

Mohon maaf kalau tulisan gue berasa kurang berstruktur karena emang ngikutin yang nulis. mukanya kurang berstruktur.

Jlebbb!

So, gue liatin dari insta storynya yang nggak sengaja gue lihat.

"Thanks. Sweet bro!"

Gitu kata seorang rekan kerja yang gue kasih hadiah spesial tulisan tangan gue tentang cerita kehidupannya dalam sebuah fiksi di insta story awalnya.

Jangan tanya gue kerja dimana waktu itu. Tapi percayalah, gue adalah pekerja yang baik. #mintakenatabok

Jaid, ceritanya gue tiba-tiba aja kepikiran buat ngasih kenang-kenangan sebelum gue hengkang dari tempat kerja itu. Dan gue bingunglah sejadinya buat kasih apa yang simple tapi berkesan yang bisa gue handmade-in. Kemudian tercetuslah pikiran bodoh itu.

Dan malam sebelum hari terakhir gue kerja. Gue bergadang seadanya buat nulisin bener-bener dan rapih cerita buat kawan satu ini dengan tulisan tangan gue sendiri. Dan foto disamping adalah insta story berikutnya.

Poin yang menjadi spesial disini bukan hanya buat dianya tapi juga buat gue karena bagi gue ketika ada satu kepuasaan tersendiri ketika gue bisa bikin cerita dalam kebut semalam dan hasilnya cukup disukai sama orang yang gue tujukan khusus ceritanya itu. Satu apresiasi yang bisa gue jadiin motivasi lanjutan buat nulis serius.

Itu satu hal yang bodoh sekaligus juga jenius yang gue lakukan pada saat bersamaan menurut gue. Weldan!

diambil kelar acaranya. Kebodohan yang haqiqi
Kemudian kerandom-an yang terakhir ini seputar salah satu profesi lain gue sebagai freelancer yaitu presenting. Satu apresiasi lainnya dan juga menjadi berkesan buat gue juga.

Karena gue tahu persaingan didunia hiburan khususnya presenting itu susah dan dengan tampang gue yang seadanya ini, gue sangat bersyukur dan beruntung masih dipercayai untuk ngebawain sebuah acara yang menurut gue itu satu acara yang seru.

Sebuah acara jalan santai yang dikemas dengan acara anak muda lainnya kayak color party dan sebagainya bikin acara yang waktu gue pandu itu jadi lebih fun.

Jadi waktu itu gue di calling sama temen untuk ngisi acara kampus dengan tema yang tadi gue bilang 'jalan santai'. Jujur walau udah bisa dibilang sering presenting acara tapi gugup itu masih tetap ada. Tapi untunglah ya khaaan gue bisa handle itu semua dan alhasil semua bisa berjalan dengan lancar. tentu juga tak lepas dari Ridho dan bantuan Tuhan yang Maha Esa. Walau gue juga nggak kenal siapa itu Ridho. hehe..

well guys, itulah tiga kerandom-an gue yang ada sepanjang kurang lebih satu bulan belakangan. Mudah-mudahan cerita gue ini cukup seru dan menghibur pembacanya. lain kali kalau ada kesempatan lagi gue akan bikin lagi daily gue yang lain. Bye-bye!

Selasa, Juni 19, 2018

Artikel | Nganggur itu bisa Ngehibur loh!

Warning : Ini Hanya Repost
Aslinya postingan ini gue publish di lima atau enam tahun lalu. Sayang aja kalau di hempaskan. :)


BEGIN -
Hi sobat-sobat semua.. pa kabarnya? semoga gak pada galau yah.

Udeh lama kagak liat tipi, gue ketinggalan banyak banget info hiburan
terutama yang ada di salah satu stasiun tipi favorite gue..
TRANS TV

dan terutama acara gokil dan menghiburpun banyak gila.

gue pun tengah menggilai beberapa acara gokil tersebut.
diantaranya..

acara ini gokil gila, isinya tentang clip-clip dari lagu populer yang di bikin lucu-lucuan lirik dan video clip nya.
dan bikin nih acara tambah heboh adalah aksi kocak duo presenter teraneh yang pernah gue temui, Fitrop dan Gilang. tuh orang gokilnya alay tapi lucunya gak norak.
emang Fitrop dari dulu udah bisa bikin gue jatuh cinta. cewek-cewek gokil kayak gini nih yang gue cari. *yah malah curhat*sengihnampakgigi

nah, kalo yang satu ini acara talk show yang sesuai nama acaranya, yang ngebawain acaranya adalah soimah. acara ini sih kayak talkshow pada umumnya. tapi yang bikin beda yah cara soimah yang gokil itu. aksen jawa nya bikin acara tambah gokil.

selanjutnya acara yang dikasih nama DIA LO GUE ini di bawain sama winky. ini acara kocak parah. yang gue suka dimana ada segmen para tamu untuk memperagain benda imaginasi, menurut gue itu segmen paling gokil. dan paling bikin gue demen, selalu ada Fitrop disitu. h.hahha...

nah, kalo acara yang satu ini gue rasa lo semua udah pada tau yah. ada ikhsan akbar sebagai presenter acara ini yang isinya adalah dimana ada pejuang tawa yang bakal ngegodain target tawa yaitu bintang tamunya. siapa dari target tawa yang ketawa selama proses ngegodain tawa berlangsung, maka si target tawa gagal dapet point dan yang berhasil dapet point 100. siapa point nya paling banyak, masuk babak final deh.

yah, itulah acara-acara seru yang gue suka banget dari salah satu stasiun televisi nasional. Trans Tv
gue harep ntar bakal banyak lagi acara seru dan gokil lainnya.

makasih yah sobat-sobat. see u on my next post later. bye

Sabtu, Mei 26, 2018

Artikel | Apa yang bikin bule kaget soal Indonesia

Hello, Guyz! udah lama banget gue nggak ngepost di blog ini. Mungkin kalo diibaratkan rumah, blog ini udah penuh dengan sarang laba-laba, debu setebel buku sejarah, jendela yang sudah reot dan pakaian kotor yang belum dicuci (ini berlebihan hehe).

Dari pengalaman gue yang mengobservasi kesan-kesan temen bule yang pernah gue temui. Ada banyak sekali cerita yang gue denger dan menurut gue menarik buat dibagi kekita semua. Pengalaman ini mungkin juga kita rasain jika kita pergi ke suatu tempat untuk pertama kalinya.

Kalian tahu istilah "Culture Shock"?

Dari artinya secara harfiah aja mungkin kalian udah bisa nebak maksud dan tujuan dari istilah itu. Yup, itu namanya kaget budaya. Nah, kaget budaya itu diartikan sebagai suatu perasaan dimana kita merasa sangat asing dan salah tingkah dengan budaya yang baru kita temui yang berbeda dengan budaya bawaan kita.

Jadi, ini seperti sindrom dimana kita jadi baper dengan segala yang mau atau udah kita lakuin. Rentang waktu mengalami "culture shock" setiap orangnya berbeda-beda. Ada yang mungkin satu minggu ada juga dalam lima tahun bahkan masih juga ngerasain kaget budaya tersebut terutama para introvert.

Dan beberapa cerita ini gue dapet khususnya dari pengalaman teman bule yang gue temui dan berbagi kisah ke gue.

Ngebanting tanda Marah, Buat Gue biasa Aja
ada satu cerita yang gue dapet dari salah seorang bule yang disangka tidak sopan dihadapan keluarga yang menumpanginya buat tinggal atau istilahnya "host family". Nah, ini ceritanya sih simple aja soal menutup pintu. Bagi kita orang Indonesia terutama jawa yang notabennya sangat menjunjung tinggi nilai kelemah-lembutan, ketika dihadapkan perilaku semacam ini akan berfikir macem-macem. Bule mah biasa aja saat masuk kamar dan menutup pintu dengan suara yang menurut mereka sih biasa aja, nggak kenceng-kenceng banget tapi buat orang yang mendengarnya khususnya kita nih mengiranya si bule lagi emosi. Yah, jadilah bule di interogasi dan ditanyai adakah yang salah dengannya hingga menutup pintu dengan nada seperti ini dan dia hanya menjawab, "No! Nothing."

Left or Right Doesn't Matter lah!
Kalau yang ini mungkin juga sudah nggak asing ditelinga kalian. Yup, bagi orang bule masalah kiri atau kanan bukanlah soal dalam nilai kesopanan tetapi lebih kepada efektivitas dalam menghadapi sesuatu. Pernah sang teman bule membawa keranjang berisi pakaian kotor dengan kedua tangannya, lalu ada sesuatu yang menghalangi perjalanannya membawa pakaian kotor itu kekamar mandi. sontak si Bule pake kaki kiri buat nendang menyingkirkan benda yang menghalangi itu. lalu, sejadinya itu ditegur sama orang Indonesia yang dinilai nggak ada sopannya sama sekali. Maunya kita harus turunkan dulu barang bawaan dan menyingkirkannya dengan tangan kanan.

atau juga saat ngasih barang atau uang belanja di resto. kebiasaan si bule tangan kanan memegang dompet dan kiri dipakai buat bayar kemudian si kasir pasang muka kagak enak. begitulah saat dimana bule ngerasa ada yang salah dengan mereka tetapi mereka nggak sadar itu apa.

Kemeja dan Jaket di Siang Bolong
Mungkin kita mikirnya kalau bule pake pakaian lengan buntung baik cowok atau cewek itu dinilai kurang sopan berjalan dikeramaian di siang bolong. Tapi kalau dipikir secara nalar, sebetulnya itu nggak ada salah-salahnya. malah yang salah itu kebanyakaan dari kita malah pake kemeja atau bahkan jaket di tengah terik siang bolong, bukankah itu lebih aneh dibanding meminimalisir suhu panas yang ada dengan outfit yang simpel kayak lengan buntung tadi? hmmm....pikir sendiri ya.


Maaf itu nggak selalu soal Salah
Bagi kita mengucap maaf itu pasti selalu indentik dengan kesalahan yang kita bikin tapi bagi bule itu punya dua arti. kata "Sorry" bisa dipake buat mengekspresikan rasa simpati kita atas hal buruk yang menimpa lawan bicara misalnya tentang kematian, kehilangan dan lain sebagainya. Jadi mereka ketika bilang maaf dan direspon orang Indonesia dengan kebingungan adalah salah satu yang bikin mereka kaget budaya.

Karet itu berlaku juga soal Waktu
yah, istilah ngaret emang sudah biasa didengar orang kita tapi bagi bule yang baru aja nyampe di Indo bakal sangat kaget budaya soal ini. Janji ketemu di jam dua siang, bisa jadi orang kita bakal dateng jam empatnya atau bahkan abis maghrib. Bagi bule toleransi telat itu nggak lebih dari lima belas menit, yah mungkin karna budaya "Rush Hour" disana begitu terasa jadi waktu sangat berarti setiap menitnya, tapi itu kurang berlaku di negeri tercinta ini. Contoh kecil aja datang diundangan pernikahan. sangat jarang diantara kita yang datang sesuai waktu tertera diundang, misal diundangan tertera jam sembilan pagi, sudah pasti kebanyakan kita datang menjelang makan siangnya di jam dua belas kurang. haha..

Terlalu banyak basa yang udah basi
Kebiasaan orang Indonesia tentu banyaknya pengantar dalam setiap percakapan. jadi kesannya muter dulu terutama soal rencana mau minjem duit. kwkw..
pastilah obrolannya dari tangerang dulu baru nyampe Jakarta Pusat, lama banget. Nah hal begini ini yang juga bikin si bule jadi kaget budaya. Kadang mereka terlalu menanggapi hal-hal yang cuma basa basi. satu contoh kasus waktu mau makan, pasti kebiasaan kita akan bilang "mari makan!", kalau bule yang kagak tau budaya ini tentu bakal langsung nyomot makanan kita dan pada akhirnya kita nge-judge mereka kagak sopan padahal kita sendiri yang mulai dengan basa yang selalu basi.

Pesan dulu Baru Bicara
Nah kalo yang ini kadang-kadang juga berlaku buat orang kita tapi kebanyakan kita cuek-cuek aja tapi enggak buat bule. Mereka sangat anti kalau harus mengangkat telepon dari nomor yang nggak dikenal. Jadi kalau kalian ngerasa sudah kenal sama si bule, baiknya kalian sms dulu atau kirim pesan di sosmed sebelum main telpon-telpon aja. Itulah adat yang dipegang sama bule. Dan lain sisi yang juga masih ada kaitannya dengan ini adalah sukanya bagi-bagiin nomor orang ke orang lain tanpa ijin. Beginilah sifat yang kita punya yang kita nggak sadar kalau itu dianggap nggak sopan oleh Bule. Baiknya kalau kalian mau kasih nomor si bule ke orang lain, ijinlah dulu supaya mereka nggak berfikir kita bukanlah teman yang baik buat dipercaya.

Menikung dijalan Raya
Kebiasaan bule yang menaati penuh budaya antri juga diterapkan dijalan raya. Jadi jangan heran kalau ngeliat bule lagi bawa kendaraan nggak berani nerobos kendaraan didepannya, bagi mereka itu gila dan nggak sopan. Tapi dinegara tercinta ini budaya terobos-menerobos dan menikung udah jagonya apalagi kalo supir angkot udah beraksi, berasa jalan raya punya emaknya sendiri. Tapi jangan salah kalau bule udah mulai beradaptasi dengan kegilaan ini, mereka bakal lebih jadi pengemudi gila dibanding kita orang lokal. Mungkin itu juga efek kaget budaya.

Yes, sebetulnya masih banyak lagi yang bisa digali dari kaget budaya atau "culture Shock dari teman-teman bule kita. Tapi dari gue segitu aja dulu yang bisa gue rangkum. Bagi kalian yang punya pendapat berbeda atau tambahan dari poin-poin diatas, gue kasih kesempatan kalian buat share di komentar. Terima kasih udah mau membaca, sampai jumpa di postingan berikutnya. (/tm)

 
Diberdayakan oleh Blogger.